Pra haji jilid satu, Episode; Hikmah Berbakti pada Orang Tua
oleh Mochamad Taufik pada 19 Mei 2011 pukul 17:35
-
Adalah sebuah penantian panjang sepasang hambah Allah ini, untuk dapat menunaikan rukun islam kelima. Sejak tahun 2002 istriku menulis kalimat pendek, “ 2002 haji amin”, di kaca almari kamar tidur kami. Kalimat sakti itu bertengger di bawah foto kami berdua yang menghiasi almari. Setiap akan berangkat kerja atau akan tidur, kami pasti membaca dan membulatkan tekat untuk dapat pergi ke tanah suci Mekkah . Meskipun secara materi belum mencukupi, tabungan hajipun belum terpikirkan. Ketika tahun 2002 bergeser 2003 maka tulisan itupun akan kami ganti, 2003 haji amin, dan seterusnya.
Hadiah, nikmat dan karunia dari Allah terus mengalir sejak aku bulatkan tekatku untuk dapat menunaikan rukun Islam yang kelima. Kalimat sakti bertengger di kaca almari itu mulai aku rasakan dampak positifnya. Pada tanggal 8 Februari 2003, Allah menambah nikmat dengan lahirnya anak keempat.
Adalah sebuah penantian panjang sepasang hambah Allah ini, untuk dapat menunaikan rukun islam kelima. Sejak tahun 2002 istriku menulis kalimat pendek, “ 2002 haji amin”, di kaca almari kamar tidur kami. Kalimat sakti itu bertengger di bawah foto kami berdua yang menghiasi almari. Setiap akan berangkat kerja atau akan tidur, kami pasti membaca dan membulatkan tekat untuk dapat pergi ke tanah suci Mekkah . Meskipun secara materi belum mencukupi, tabungan hajipun belum terpikirkan. Ketika tahun 2002 bergeser 2003 maka tulisan itupun akan kami ganti, 2003 haji amin, dan seterusnya.
Hadiah, nikmat dan karunia dari Allah terus mengalir sejak aku bulatkan tekatku untuk dapat menunaikan rukun Islam yang kelima. Kalimat sakti bertengger di kaca almari itu mulai aku rasakan dampak positifnya. Pada tanggal 8 Februari 2003, Allah menambah nikmat dengan lahirnya anak keempat.
- Anak yang lahir dini hari di Rumah sakit Khadijah Sepanjang Sidoarjo ini, Aku beri nama Qonita Nur Azizah. Dia lahir tampak sempat aku temani. Ketika berangkat ke Rumah sakit sekitar jam Sembilan malam. Aku berusaha menemani istri tercintaku sampai pukul satu dini hari. Menurut perkiraan dokter mungkin lahir ba’da subuh. Aku diminta oleh istriku pulang untuk melihat ketiga anakku yang menanti di rumah.
- Aku tinggal di Sambi Kerep Jemundo RT 23 RW 5 Taman Sidoarjo. Rumahku berjarak kurang lebih tiga kilometer dari rumah sakit. Setelah sholat subuh aku bergegas ke rumah sakit. Alangkah bahagia bercampur terharu karena anak keempatku telah lahir pada pukul setengah tiga dengan selamat. Proses persalinan berjalan normal dengan ditemani bidan rumah sakit tersebut.
- Sebuah nama yang kurang lebih artinya kekuatan seorang wanita yang taat karena mandapat cahaya dari Allah. Dari hadiah anak keempat ini, semangat kami untuk dapat menunaikan ibadah haji semakin membarah.
Sejak itu, aku mulai rajin berusaha mencari penghasilan tambahan sesuai bidangku. Aku adalah seorang pendidik di YLPIH, Yayasan Lembaga Pendidikan Al Hikmah, Surabaya sejak tahun 1993. Penghasilan sebagai seorang guru SD.swasta boleh di bilang cukup, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sedang istriku menjadi guru TK di lingkungan yang sama. Mulai tahun 1997 karena ada peraturan dari pihak yayasan kami harus merelakan salah satu untuk tidak satu instansi. Istriku memilih utnuk pindah ke TK Al Falah Surabaya. Aku bertekat bagaimana caranya agar dapat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya tapi tetap sesuai dengan jalur pendidikan.
Pilihanku pada jalur tulis-menulis. Aku mulai gila membaca dan menulis. Aku mencoba menulis di majalah, Koran, dan mengikuti lomba karya tulis ilmiah untuk guru. Hasil jeri payaku belajar menulis mulai mendapat respon. Aku menjadi wartawan di majalah dwi bulanan Al HIkmah sejak tahun 2003- 2005. Tulisanku di muat di majalah Mimbar Depag Jatim, dan Majalah Al Mu’tashim (sebuah majalah milik yayasan Al Haromain). Aku semakin raiin menulis dan menulis. Kalau tulisanku yang tidak di muat jumlahnya cukup banyak, tapi tetap semangat untuk tujuan suciku mencari penghasilan tambahan.
Pada jalur karya ilmiah aku mulai membaca berbagai karya ilmiah baik di majalah sampai krisip mahasiswa S-2 yang tersedia di perpustakaan SD Al Hikmah ludes aku baca. Mulai tahun 2002 aku mencoba mengikuti LKG, lomba kreatifitas guru, tingkat nasional. Lomba ini diadakan oleh Diknas yang di ikuti oleh guru se Indonesia, mulai dari jenjang TK, sampai SMU, diadakan setiap tahun. Dari sembilan guru SD Al Hikmah yang mengikuti lomba ini ada satu guru yang menjadi finalis tingkat nasional. Semangatku semakin menggelora untuk dapat menjadi juara dan hadiahnya aku tabungkan untuk haji.
Tahun dua ribu tiga, doa dan usahaku mulai ada titik terang. Aku mendapat sebuah kejutan dari sebuah karya ilmiah yang berjudul, Upaya Elementary School Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Teater. Karya ini, aku tuangkan untuk memperebutkan Piagarm MAB, Man of the Biospere. Sebuah Lomba untuk peneliti muda dan praktisi lingkungan di Indonesia, yang diadakan oleh LIPI bekerjasama dengan UNESCO. Lima pemenang dari sembilan finalis peneliti muda pengelola lingkungan ini, masing-masing mendapat 1000 dollar Amerika, setara dengan sepuluh juta rupiah. Sebuah angka yang lumanyan untuk niat suciku. Alhamdulillah rejeki di depan mata belum dapat aku peroleh, cukup menjadi finalis. Sebuah pengalaman berharga yang sulit untuk dilupakan. Aku dapat keliling Jakarta, fasilitas hotel berbintang dan naik pesawat pulang pergi Jakarta – Surabaya gratis, serta bekal tambahan ilmu.
Lima pemenang dalam lomba ini antara lain, pertama, Nur Arafah, SP. M.Si, dengan judul Pengetahuan Lokal Suku Moronene dalam Sistem Pertanaman di Sulawesi Tenggara. Kedua, M.Syukri Nur, SP.M.Si, dengan judul Neraca Energi dan Air Kawasan Disekitar Taman Nasional Lore Lindu Propinsi Sulawesi Tengah. Ketiga, Ir. Zainuddin dengan judul, Kawasan Bukit Duabelas Antara Ancaman dan Upaya Penyelamatan. Keempat, Mahendra Taher dengan judul, Membangun Kesepahaman Bersama sebuah Upaya Mendorong Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan. Kelima. Iin Purwanti, Ph.D (Kompas, 6 November 2003).
Hadiah sebagai finalis aku bagikan kepada beberapa orang yang berhak, terutama mertuaku, ibu-bapakku dan beberapa saudara yang membutuhkan. Dengan niat dapat ganti yang lebih besar agar dapat memenuhi biaya naik haji.
Beberapa kelemahan dari karya tulis di atas, aku tanyakan pada salah satu dari sembilan penguji yang tertarik dengan hasil risetku di SD Al Hikmah. Penasehat senior untuk lingkungan hidup Kantor UNESCO Jakarta, Profesor Kuswata Kartawinata, menyarankan agar karya tulisku lebih berbobot, di kaitkan dengan wilayah sebuah Taman Nasional di Jatim.(Kompas, 6 November 2003). Nasehat berharga ini aku simpan untuk bekal karya tulisku berikutnya.
Periode beriiktunya, tahun 2005 diadakan lagi lomba memperebutkan Piagarm MAB 2005. Aku mengadakan riset di Taman Nasional Baluran di Situbondo Jatim. Sebuah Taman Nasional yang melindungi Banteng sebabai Maskot. Setelah melakukan riset selama beberapa hari. Aku putuskan untuk menulis judul, Upaya Preventif melestarikan Taman Nasional Baluran melalui Pendidikan Teater.
Dari karya tulis ini aku dapat terbang ke Jakarta, menjadi finalis di lomba di atas. Dari sembilan finalis melakukan presentasi dan mempertahankan hasil risetnya di salah satu gedung Kebun Raya Bogor. Panitia menetapkan hanya dua pemenang dari rencana semua lima finalis. Alhamdulillah aku meskipun tidak menjadi pemenang, aku bisa melihat dan berkeliling Kebun Raya Bogor dan melihat Indahnya Istana Presiden di lokasi tersebut.
Sejak itu, aku mulai rajin berusaha mencari penghasilan tambahan sesuai bidangku. Aku adalah seorang pendidik di YLPIH, Yayasan Lembaga Pendidikan Al Hikmah, Surabaya sejak tahun 1993. Penghasilan sebagai seorang guru SD.swasta boleh di bilang cukup, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sedang istriku menjadi guru TK di lingkungan yang sama. Mulai tahun 1997 karena ada peraturan dari pihak yayasan kami harus merelakan salah satu untuk tidak satu instansi. Istriku memilih utnuk pindah ke TK Al Falah Surabaya. Aku bertekat bagaimana caranya agar dapat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya tapi tetap sesuai dengan jalur pendidikan.
Pilihanku pada jalur tulis-menulis. Aku mulai gila membaca dan menulis. Aku mencoba menulis di majalah, Koran, dan mengikuti lomba karya tulis ilmiah untuk guru. Hasil jeri payaku belajar menulis mulai mendapat respon. Aku menjadi wartawan di majalah dwi bulanan Al HIkmah sejak tahun 2003- 2005. Tulisanku di muat di majalah Mimbar Depag Jatim, dan Majalah Al Mu’tashim (sebuah majalah milik yayasan Al Haromain). Aku semakin raiin menulis dan menulis. Kalau tulisanku yang tidak di muat jumlahnya cukup banyak, tapi tetap semangat untuk tujuan suciku mencari penghasilan tambahan.
Pada jalur karya ilmiah aku mulai membaca berbagai karya ilmiah baik di majalah sampai krisip mahasiswa S-2 yang tersedia di perpustakaan SD Al Hikmah ludes aku baca. Mulai tahun 2002 aku mencoba mengikuti LKG, lomba kreatifitas guru, tingkat nasional. Lomba ini diadakan oleh Diknas yang di ikuti oleh guru se Indonesia, mulai dari jenjang TK, sampai SMU, diadakan setiap tahun. Dari sembilan guru SD Al Hikmah yang mengikuti lomba ini ada satu guru yang menjadi finalis tingkat nasional. Semangatku semakin menggelora untuk dapat menjadi juara dan hadiahnya aku tabungkan untuk haji.
Tahun dua ribu tiga, doa dan usahaku mulai ada titik terang. Aku mendapat sebuah kejutan dari sebuah karya ilmiah yang berjudul, Upaya Elementary School Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Teater. Karya ini, aku tuangkan untuk memperebutkan Piagarm MAB, Man of the Biospere. Sebuah Lomba untuk peneliti muda dan praktisi lingkungan di Indonesia, yang diadakan oleh LIPI bekerjasama dengan UNESCO. Lima pemenang dari sembilan finalis peneliti muda pengelola lingkungan ini, masing-masing mendapat 1000 dollar Amerika, setara dengan sepuluh juta rupiah. Sebuah angka yang lumanyan untuk niat suciku. Alhamdulillah rejeki di depan mata belum dapat aku peroleh, cukup menjadi finalis. Sebuah pengalaman berharga yang sulit untuk dilupakan. Aku dapat keliling Jakarta, fasilitas hotel berbintang dan naik pesawat pulang pergi Jakarta – Surabaya gratis, serta bekal tambahan ilmu.
Lima pemenang dalam lomba ini antara lain, pertama, Nur Arafah, SP. M.Si, dengan judul Pengetahuan Lokal Suku Moronene dalam Sistem Pertanaman di Sulawesi Tenggara. Kedua, M.Syukri Nur, SP.M.Si, dengan judul Neraca Energi dan Air Kawasan Disekitar Taman Nasional Lore Lindu Propinsi Sulawesi Tengah. Ketiga, Ir. Zainuddin dengan judul, Kawasan Bukit Duabelas Antara Ancaman dan Upaya Penyelamatan. Keempat, Mahendra Taher dengan judul, Membangun Kesepahaman Bersama sebuah Upaya Mendorong Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan. Kelima. Iin Purwanti, Ph.D (Kompas, 6 November 2003).
Hadiah sebagai finalis aku bagikan kepada beberapa orang yang berhak, terutama mertuaku, ibu-bapakku dan beberapa saudara yang membutuhkan. Dengan niat dapat ganti yang lebih besar agar dapat memenuhi biaya naik haji.
Beberapa kelemahan dari karya tulis di atas, aku tanyakan pada salah satu dari sembilan penguji yang tertarik dengan hasil risetku di SD Al Hikmah. Penasehat senior untuk lingkungan hidup Kantor UNESCO Jakarta, Profesor Kuswata Kartawinata, menyarankan agar karya tulisku lebih berbobot, di kaitkan dengan wilayah sebuah Taman Nasional di Jatim.(Kompas, 6 November 2003). Nasehat berharga ini aku simpan untuk bekal karya tulisku berikutnya.
Periode beriiktunya, tahun 2005 diadakan lagi lomba memperebutkan Piagarm MAB 2005. Aku mengadakan riset di Taman Nasional Baluran di Situbondo Jatim. Sebuah Taman Nasional yang melindungi Banteng sebabai Maskot. Setelah melakukan riset selama beberapa hari. Aku putuskan untuk menulis judul, Upaya Preventif melestarikan Taman Nasional Baluran melalui Pendidikan Teater.
Dari karya tulis ini aku dapat terbang ke Jakarta, menjadi finalis di lomba di atas. Dari sembilan finalis melakukan presentasi dan mempertahankan hasil risetnya di salah satu gedung Kebun Raya Bogor. Panitia menetapkan hanya dua pemenang dari rencana semua lima finalis. Alhamdulillah aku meskipun tidak menjadi pemenang, aku bisa melihat dan berkeliling Kebun Raya Bogor dan melihat Indahnya Istana Presiden di lokasi tersebut.
Selasa, sembilan belas Pebruari dua ribu delapan, sebuah kenangan manis….. aku dan istriku dapat setor BPIH, Biaya Perjalanan Ibadah Haji, melalui dana talangan.BMI, Bank Muamalat Indonesia, Nomer porsiku adalah 1300211726, dan istiku, Siti Asyuroiyah, nomer porsinya ; 130021719. Insyaallah kedua nomer porsi tersebut untuk daftar tunggu haji tahun 2010, kata petugas KBIH Bumi Shalawat, Hj. Khusnul, yang mengantarkan kami ke BMI.
Hadiah sebagai finalis aku bagikan kepada beberapa orang yang berhak, terutama mertuaku, ibu-bapakku dan beberapa saudara yang membutuhkan. Dengan niat dapat ganti yang lebih besar agar dapat memenuhi biaya naik haji.Beberapa kelemahan dari karya tulis di atas, aku tanyakan pada salah satu dari sembilan penguji yang tertarik dengan hasil risetku di SD Al Hikmah. Penasehat senior untuk lingkungan hidup Kantor UNESCO Jakarta, Profesor Kuswata Kartawinata, menyarankan agar karya tulisku lebih berbobot, di kaitkan dengan wilayah sebuah Taman Nasional di Jatim.(Kompas, 6 November 2003). Nasehat berharga ini aku simpan untuk bekal karya tulisku berikutnya.
Periode beriiktunya, tahun 2005 diadakan lagi lomba memperebutkan Piagarm MAB 2005. Aku mengadakan riset di Taman Nasional Baluran di Situbondo Jatim. Sebuah Taman Nasional yang melindungi Banteng sebabai Maskot. Setelah melakukan riset selama beberapa hari. Aku putuskan untuk menulis judul, Upaya Preventif melestarikan Taman Nasional Baluran melalui Pendidikan Teater.
Dari karya tulis ini aku dapat terbang ke Jakarta, menjadi finalis di lomba di atas. Dari sembilan finalis melakukan presentasi dan mempertahankan hasil risetnya di salah satu gedung Kebun Raya Bogor. Panitia menetapkan hanya dua pemenang dari rencana semua lima finalis. Alhamdulillah aku meskipun tidak menjadi pemenang, aku bisa melihat dan berkeliling Kebun Raya Bogor dan melihat Indahnya Istana Presiden di lokasi tersebut.
Niat yang kuat dan penantian panjang itu baru tereralisir pada hari Sabtu, 16 Pebruari 2008. Istriku dapat tawaran dari KBIH (kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Bumi Salawat untuk megikuti program haji talangan. Perawaran itu bermula dari ibu mertuaku, Ibtidaiyah, medaftarksan diri sebagai calon haji. Setelah menyelesaikan pembayaran BPIH , Biaya Perjalanan Ibadah Haji, dua puluh juta di BRI. Janda sepuluh anak ini, menuju ke Kantor Depag Sidoarjo. Ada sebuah kekecewaan yang mendalam di wajah belaiu setelah pihak Depag Sidoarjo Jatim, menolak pendaftaran perorangan. Alasan penolakan karena ibu berangkat sendiri dan harus ada pihak KBIH yang menjadi payung (baca :pelindung). Akhirnya beliau berkenalan dengan penggurus KBIH Bumi Shalawat yang menawarkan program haji talangan di atas. Uang dua puluh juta rupiah di BRI akhirnya diambil dan di pecah untuk membiayai BPIH 3 orang, Ibu Mertua, aku dan Istriku.
Senin, 18 Pebruari 2008, kami bertiga ditemani oleh penggurus KBIH Ibu Hj. Khusnul, menuju ke Bank Muamalat cabang Sidoarjo di Jalan Jenggolo nomer 90 A Sidoarjo . Kami dipilih untuk menemani mertua karena dianggap yang paling siap untuk melaksanakan ibadah haji.



Hadiah sebagai finalis aku bagikan kepada beberapa orang yang berhak, terutama mertuaku, ibu-bapakku dan beberapa saudara yang membutuhkan. Dengan niat dapat ganti yang lebih besar agar dapat memenuhi biaya naik haji.Beberapa kelemahan dari karya tulis di atas, aku tanyakan pada salah satu dari sembilan penguji yang tertarik dengan hasil risetku di SD Al Hikmah. Penasehat senior untuk lingkungan hidup Kantor UNESCO Jakarta, Profesor Kuswata Kartawinata, menyarankan agar karya tulisku lebih berbobot, di kaitkan dengan wilayah sebuah Taman Nasional di Jatim.(Kompas, 6 November 2003). Nasehat berharga ini aku simpan untuk bekal karya tulisku berikutnya.
Periode beriiktunya, tahun 2005 diadakan lagi lomba memperebutkan Piagarm MAB 2005. Aku mengadakan riset di Taman Nasional Baluran di Situbondo Jatim. Sebuah Taman Nasional yang melindungi Banteng sebabai Maskot. Setelah melakukan riset selama beberapa hari. Aku putuskan untuk menulis judul, Upaya Preventif melestarikan Taman Nasional Baluran melalui Pendidikan Teater.
Dari karya tulis ini aku dapat terbang ke Jakarta, menjadi finalis di lomba di atas. Dari sembilan finalis melakukan presentasi dan mempertahankan hasil risetnya di salah satu gedung Kebun Raya Bogor. Panitia menetapkan hanya dua pemenang dari rencana semua lima finalis. Alhamdulillah aku meskipun tidak menjadi pemenang, aku bisa melihat dan berkeliling Kebun Raya Bogor dan melihat Indahnya Istana Presiden di lokasi tersebut.
Niat yang kuat dan penantian panjang itu baru tereralisir pada hari Sabtu, 16 Pebruari 2008. Istriku dapat tawaran dari KBIH (kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Bumi Salawat untuk megikuti program haji talangan. Perawaran itu bermula dari ibu mertuaku, Ibtidaiyah, medaftarksan diri sebagai calon haji. Setelah menyelesaikan pembayaran BPIH , Biaya Perjalanan Ibadah Haji, dua puluh juta di BRI. Janda sepuluh anak ini, menuju ke Kantor Depag Sidoarjo. Ada sebuah kekecewaan yang mendalam di wajah belaiu setelah pihak Depag Sidoarjo Jatim, menolak pendaftaran perorangan. Alasan penolakan karena ibu berangkat sendiri dan harus ada pihak KBIH yang menjadi payung (baca :pelindung). Akhirnya beliau berkenalan dengan penggurus KBIH Bumi Shalawat yang menawarkan program haji talangan di atas. Uang dua puluh juta rupiah di BRI akhirnya diambil dan di pecah untuk membiayai BPIH 3 orang, Ibu Mertua, aku dan Istriku.
Senin, 18 Pebruari 2008, kami bertiga ditemani oleh penggurus KBIH Ibu Hj. Khusnul, menuju ke Bank Muamalat cabang Sidoarjo di Jalan Jenggolo nomer 90 A Sidoarjo . Kami dipilih untuk menemani mertua karena dianggap yang paling siap untuk melaksanakan ibadah haji.
Gayungpun bersambut, sebuah keinginan yang kuat beliau untuk pergi haji. Karena memdapat hadiah dari kakak iparku, Abdul Majid. Hadiah ONH ini bermula dari nadar kakak iparku, bila mendapat ganti rugi dari rumahnya yang tertimbun lumpur lampindo. Ayah tiga anak ini berjanji membiayai ibu mertua naik haji.
- Karena ditolak oleh Depag Sidoarjo beliau berkenalan dengan penggurus KBIH Bumi Shalawat. Dari hasil silaturrohim dengan pengurus KBIH yang beralamat di Gedangan Sidoarjo ini, ada tawarkan program haji talangan di atas. Uang dua puluh juta rupiah di BRI akhirnya diambil dan di pecah untuk membiayai BPIH 3 orang, Ibu Mertua, aku dan Istriku.
- Hikmah berbakti pada mertua dan perjuangan yang panjang terlihat. Kami dipilih untuk menemani mertua ke tanah suci. Semua saudara iparku, menilai yang paling siap untuk melaksanakan ibadah haji dan bisa menemani mertua adalah kami berdua.
-
Pada hari Senin, 18 Pebruari 2008, kami bertiga ditemani oleh penggurus KBIH Ibu Hj. Khusnul, menuju ke Bank Muamalat cabang Sidoarjo di Jalan Jenggolo nomer 90 A Sidoarjo. Alhamdulillah, setelah menyelesaikan berbagai prasyarat yang ada, akhirnya kami bertiga dapat nomer porsi untuk haji tahun 2010. Dengan catatan dalam waktu sepuluh bulan kami harus melunasi sisa dari setoran plus biaya tambahan yang ditetapkan yaitu satu juta lima ratus ribu kali tiga. Jumlah total yang harus kami lunasi sekitar enam puluh lima juta.
- Ya Allah berilah rizqi yang berlimpah untuk dapat menutupi ONHku….. amin.
- Rizqi mengejarmu melebihi kamu mengejarnya……..
- Jadi perjuangan masih panjang dan tantanga ada di depanku …… baca episode Pra Haji jilid dua, insyallah.
-
- Ya Allah berilah rizqi yang berlimpah untuk dapat menutupi ONHku….. amin.- Rizqi mengejarmu melebihi kamu mengejarnya……..
- Jadi perjuangan masih panjang dan tantanga ada di depanku …… baca episode Pra Haji jilid dua, insyallah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar