Senin, 30 Januari 2012

Perjuangan Menuju Baitullah episode Kalimat Sakti Istri

Pra Haji Jilid satu, Episode : Kalimat Sakti Istri

oleh Mochamad Taufik pada 19 Mei 2011 pukul 10:46
  1.       EPISODE ;  KALIMAT SAKTI DARI ISTRI
-          Selasa, sembilan belas  Pebruari dua ribu delapan,  sebuah kenangan manis….. aku dan istriku dapat setor BPIH, Biaya Perjalanan Ibadah Haji, melalui dana talangan.BMI, Bank Muamalat Indonesia, Nomer porsiku adalah 1300211726, dan istiku, Siti Asyuroiyah, nomer porsinya ; 130021719. Insyaallah kedua nomer porsi tersebut untuk daftar tunggu haji tahun 2010,  kata petugas KBIH Bumi Shalawat, Hj. Khusnul, yang mengantarkan kami ke BMI.
-          Adalah sebuah penantian  panjang sepasang hambah Allah ini, untuk dapat menunaikan rukun islam kelima.  Sejak tahun 2002 istriku  menulis kalimat pendek, “ 2002 haji amin”,  di kaca almari kamar  tidur kami. Kalimat sakti itu bertengger di bawah foto kami berdua yang menghiasi almari. Setiap akan berangkat kerja atau akan tidur, kami pasti membaca dan membulatkan tekat untuk dapat pergi ke tanah suci Mekkah . Meskipun secara materi belum mencukupi, tabungan hajipun belum terpikirkan. Ketika tahun 2002 bergeser 2003 maka tulisan itupun akan kami ganti,  2003 haji amin, dan seterusnya.
-          Sejak itu, aku mulai rajin berusaha mencari penghasilan tambahan sesuai bidangku. Aku adalah seorang pendidik di YLPIH, Yayasan Lembaga Pendidikan Al Hikmah, Surabaya sejak tahun 1993. Penghasilan sebagai seorang guru SD.swasta boleh di bilang cukup, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
-          Sedang istriku menjadi guru TK di lingkungan yang sama. Mulai tahun 1997 karena ada peraturan dari pihak yayasan kami harus merelakan salah satu untuk tidak satu instansi. Istriku memilih utnuk pindah ke TK  Al Falah Surabaya. Aku bertekat bagaimana caranya agar dapat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya tapi tetap sesuai dengan jalur pendidikan.
-          Pilihanku pada jalur tulis-menulis. Aku mulai gila membaca dan menulis. Aku mencoba menulis di majalah, Koran, dan mengikuti lomba karya tulis ilmiah untuk guru. Hasil jeri payaku belajar menulis mulai mendapat respon. Aku menjadi wartawan di majalah dwi bulanan Al HIkmah sejak tahun 2003- 2005.
-          Tulisanku di muat di majalah Mimbar Depag Jatim, dan Majalah Al Mu’tashim (sebuah majalah milik yayasan Al Haromain). Aku semakin raiin menulis dan menulis. Kalau tulisanku yang tidak di muat jumlahnya cukup banyak, tapi tetap semangat untuk tujuan suciku mencari penghasilan tambahan.
-          Pada jalur karya ilmiah aku mulai membaca berbagai karya ilmiah baik di majalah sampai krisip mahasiswa S-2 yang tersedia di perpustakaan SD Al Hikmah ludes aku baca. Mulai tahun 2002 aku mencoba mengikuti LKG, lomba kreatifitas guru, tingkat nasional. Lomba ini diadakan oleh Diknas yang di ikuti oleh guru se Indonesia, mulai dari jenjang TK, sampai SMU. Lomba ini diadakan setiap tahun. Dari sembilan guru SD Al Hikmah yang mengikuti lomba ini ada satu guru yang menjadi finalis tingkat nasional. Semangatku semakin menggelora untuk dapat menjadi juara dan hadiahnya aku tabungkan untuk haji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar