Senin, 30 Januari 2012

Pra Haji episode Finalis LKTI seri 1

Pra Haji jilid satu, Episode Finalis Karya Ilmiah tingkat Nasional

oleh Mochamad Taufik pada 19 Mei 2011 pukul 17:03
FINALIS PIAGAM MAB, MAN OF THE BIOSPHERE 2003  
-          Sebuah lompatan cita-cita yang amat jauh aku gantungkan, ingin jadi juara dibidang karya tulis ilmiah, dan dapat uang untuk naik haji. Dari belajar otodidak dunia tulis-menulis dan bekal karya tulis skripsi sepuluh tahun silam, 1993. Aku berusaha kuat dan tentunya dengan mengharap ridho Allah. Akhirnya Allah mendengar doa dan tangisan hambahnya yang bersujud hampir tiap malam.
-          Tahun dua ribu tiga, doa dan usahaku mulai ada titik terang.  Aku mendapat sebuah kejutan dari sebuah karya ilmiah yang berjudul, Upaya Elementary School Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Teater. Karya ini, aku tuangkan untuk memperebutkan  Piagarm MAB, Man of the Biospere. Sebuah Lomba   untuk peneliti muda dan praktisi lingkungan di Indonesia, yang diadakan oleh LIPI bekerjasama dengan UNESCO.
-          Informasi lomba ini aku peroleh dari Koran Republika, aku memberanikan diri untuk menulis dalam dua bahasa sekaligus, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Karena jenis lomba yang aku ikuti ada link dengan UNESCO. Jadi karya tulis para pemenang akan diterbitkan di 5 jurnal ilmiah luar negeri.
-          Lima pemenang dari sembilan finalis peneliti muda pengelola lingkungan ini, masing-masing mendapat 1000 dollar Amerika, setara  dengan sepuluh juta rupiah. Sebuah angka yang lumanyan untuk niat suciku. Alhamdulillah rejeki di depan mata belum dapat aku peroleh, cukup menjadi finalis. Sebuah pengalaman berharga yang sulit untuk dilupakan.  Aku dapat keliling Jakarta,  fasilitas hotel berbintang dan naik pesawat  pulang pergi Jakarta – Surabaya gratis, serta bekal tambahan ilmu.
-          Kelima pemenang dalam lomba ini antara lain, pertama, Iin Purwanti, Ph.D (Dosen Universitas Bengkulu), Pendayagunaan Koloni Vegetas i Invasi untuk Percepatan Restukturisasi Lahan Kritis di Taman Nasional Bukit Seblat. Kedua, Nur Arafah, SP. M.Si, dengan judul Pengetahuan Lokal Suku Moronene dalam Sistem Pertanaman di Sulawesi Tenggara. Ketiga, M.Syukri Nur, SP.M.Si, dengan judul Neraca Energi dan Air Kawasan Disekitar Taman Nasional Lore Lindu Propinsi Sulawesi Tengah. Keempat, Ir. Zainuddin dengan judul, Kawasan Bukit Duabelas Antara Ancaman dan Upaya Penyelamatan. Kelima, Mahendra Taher dengan judul, Membangun Kesepahaman Bersama sebuah Upaya Mendorong Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan. (Kompas, 6 November 2003).
-          Sembilan finalis memaparkan hasil karyanya di depan 9 juri yang 8 orang bergelar professor, dan satu artis pemerhati lingkungan, Uly Hary Rusady. Di antara 8 profesor itu yang melekat diingatanku adalah Prof. DR. Kuswata Kartawinata, juri utusan dari UNESCO Jakarta. DR.Endang Sukara, APU, sebagai ketua dewan juri dari LIPI.
-          Beberapa kelemahan dari karya tulis di atas, aku diskusikan pada salah satu dari sembilan penguji yang tertarik dengan hasil risetku di SD Al Hikmah. Penasehat senior untuk lingkungan hidup Kantor UNESCO Jakarta, Profesor Kuswata Kartawinata, menyarankan agar karya tulisku lebih berbobot, di kaitkan dengan wilayah sebuah Taman Nasional di Jatim.(Kompas, 6 November 2003).  Nasehat berharga ini aku simpan untuk bekal  karya tulisku berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar