Senin, 30 Januari 2012

Pra Haji episode Finalis Piagam MAB (Seri 2)

Pra Haji jilid satu, Episode; Finalis seri 2

oleh Mochamad Taufik pada 19 Mei 2011 pukul 17:14
FINALIS PIAGAM MAB, MAN OF THE BIOSPHERE 2005

-          Periode beriiktunya, tahun 2005 diadakan lagi lomba memperebutkan  Piagarm MAB 2005. Aku mengadakan riset di Taman Nasional Baluran di Situbondo Jatim. Sebuah Taman Nasional yang melindungi Banteng sebabai Maskot. Setelah melakukan riset selama beberapa bulan. Aku putuskan untuk menulis judul, Membangun Kepedulian Lingkungan Siswa Elementary School melalui Children’s Garden dan Pendidikan Teater sebagai Upaya Preventif melestarikan Taman Nasional Baluran Jawa Timur.
-          Panitia Nasional Indonesia untuk program MAB dan kantor UNESCO Jakarta menetapkan 9 finalis untuk ke Jakarta 25 – 28 Februari 2006, salah satu finalisnya adalah penulis dengan judul Karya tulisku  di atas.
-          Tempat yang dipilih adalah Kebun Raya Bogor, 9 finalis di tempatkan di Guede House. Sebuah bangunan tua yang di bangun oleh Rafles, Gubenur Jendral Inggris, penguasa Hindia Belanda (baca Indonesia) waktu itu. Kata petugas Kebun Raya, Rafleslah yang membangun Kebun Raya ini. Dan istri tercintanya meninggal di kota ini dan di makamkan di areal ini.
-          Hari-hari di Kebun Raya kulewati dengan indah, karena dapat merasakan dinginnya kota hujan, dan dapat keliling Kebun Raya. Indahnya Istana Presiden dapat aku lihat dengan jelas, harumnya aneka kolesi anggrek langkah dapat rasakan.
-          Adalah Sebuah  pertemuan yang tak direncanakan, yaitu aku ketemu lagi dengan salah satu pemenang MAB 2003, dari WARSI, Ir. Zainuddin.  Ada sebuah kenangan yang menarik untuk aku tuangkan ditulisan ini. Kisah sebuah jas yang penah jadi  juara. Zainuddin waktu akan di anugrahi piagam MAB 2003, dia tidak memakai baju yang resmi. Dia berpakaian santai, pakai kaos. Akhirnya dia meminjam jas batik kebesaranku. Jas itu pas dengan ukuranku dengan tinggi sekitar  160 senti meter, sedangkan dia tingginya kira-kira 170 senti meter. Ketika giliran dipanggil oleh panitia dia memakai kaos yang di tutupi dengan jas batik yang terlalu kecil untuk ukurannya.
-          Kami berdua terlena dengan lamunan masing-masing, dia keasyikan dengan acara  diatas dan wawancara dengan beberapa kuli tinta, yang tertarik dengan hasil penelitiannya. Aku melamun dengan kekalahanku. Akhirnya jas kebesarku ikut ke Sumatra, bersama Zainuddin. Beberapa minggu kemudian baru dikirim ke rumahku di Bangil.
-          Masih segar diingataku, teman-teman finalis MAB 2003 memberi julukkan aku ustad. Karena ketika semua pada tegang untuk menungguh hasil pengumuman pemenang. Aku memberi nasehat dari kandungan salah satu ayat yang berbunyi, waidaah azzamtah watawal alallah, yang artinya setelah kita berusaha maksimal, meneliti, menulis, dan presentasi sebaik mungkin, untuk urusan hasil serakan pada Allah. Kalimat ini, mampu meredakan ketegangan semua teman-teman.
-          Untuk pemenang Piagam MAB 2005 yang sebelumnya direncanakan 5 peserta. Finalis yang beruntung menyabet 1000 dollar Amerika kali  hanya dua orang.Sedangkan aku dan Zainuddin belum beruntung cukup menjadi finalis.
-          Ketika kusadari betapa, banyaknya nikmat Allah yang aku peroleh dari  ridho-Nya di dunia ini dan sedikit usahaku, khususnya di bidang menulis. Semangatku mulai aku fokuskan pada lomba karya tulis ilmiah khusus guru, sesuai dengan profesiku.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar