Pra Haji jilid satu, Episode; Finalis seri 3
oleh Mochamad Taufik pada 19 Mei 2011 pukul 17:18
FINALIS LKIG, LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU 2006

- LIPI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, juga mengadakan lomba khusus bagi guru yaitu Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru (LKIG) yang diadakan tiap tahun. Tahun 2006 aku kirimkan hasil penelitian yang berjudul, Melejitkan Kecerdasan Majemuk pada Pembelajaran Sumber Daya Alam dan Cara Melestarikannya sebagai Upaya Membangun Kepedulian Lingkungan Siswa Sekolah Dasar.
- Judul karya tulis di atas mengantarkan aku kembali ke Ibu kota, Jakarta. Pada tanggal 9 September 2006 aku, Ustadzah Dewi, guru Matematika SD al Hikmah, kepala sekolah SD al Hikmah, kepalah sekolah SMP al Hikmah, dan 3 orang siswa SMP al hikmah, serta seorang guru pendamping. Terbang ke Jakarta untuk menjemput impian menjadi pemenang dalam lomba yang di adakan oleh LIPI.
- Kebesaran Allah ditunjukkan dihadapanku, 2 guru SD al Hikmah Surabaya, aku dan ustadz Dewi menjadi finalis di LKIG 2006. Satu kelompok siswa SMP al Hikmah (tiga siswa) menjadi finalis di lomba . Sama-sama menjadi finalis Kelompok Ilmiah Remaja. Sebuah lomba untuk siswa SLTA se-Indonesia.
- Dari lomba ini, kesabaran dan semangatku diuji oleh Allah berupa nikmat dan ujian kalah dalam final. Temanku ustadzah Dewi Mustika, menyabet juara dua. Dan kelompok siswa SMP al Hikmah yang pimpin Dibyo menjadi juara pertama tingkat Nasional. Sedangkan aku cukup menjadi finalis. Sebuah ujian yang amat manis-manis bercampur sedikit pahit. Ujian manis karena tidak semua orang dapat menjadi finalis, bisa merasakan nikmatnya berkumpul dengan orang-orang pilihan. Mendapat biaya ke Jakarta naik pesawat pulang pergi gratis, akomodasi dan dapat tidur di hotel berbintang, serta mendapat beberapa lembar uang ratusan ribu rupiah. Tapi sedikit bercampur pahit karena Allah belum menakdirkan aku mendapat juara dan uang untuk ongkos naik haji.
- Ketika Aku merenung tentang kejadian diatas, akhirnya teringat ayat Allah, laaiin syakartum walaah zidhan nakum walaaiin kafartum inaa adhabii lashadib, artinya, barang siapa menyukuri nikmat Allah maka akan ditambah nikmatnya dan barang siapa yang mengingkari nikmat Allah maka adhab Allah amat pedih.
- Untuk itu sebagaimana biasa aku infaqkan sebagaian dari nikmat Allah yang berupa lembaran-lembaran ratusan ribu kepada yang berhak. Mulai dari Ibu, mertua, adik-adik, anak-anak, dan tak lupa buat istriku mendapat haknya. Dari nikmat yang baru aku peroleh untuk menanti balasan yang lebih besar dari Allah. Ya Rabbi dengarkan keinginan hambahmu ini untuk dapat mengunjungi kota Mekkah dan Madinah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar